Di tengah persaingan modest fashion Indonesia, brand tidak cukup hanya menghadirkan produk baru. Sebuah koleksi harus menemukan market yang tepat, mendapatkan traction, lalu tumbuh secara sustainable. Tantangan inilah yang dihadapi Yasmeera, brand modest fashion yang sebelumnya sudah bertumbuh bersama MGDverse lewat model bisnis B2B, sebelum beralih ke B2C.
Langkah berikutnya adalah membawa koleksi Sarimbit ke Shopee. Bagi Yasmeera, peluncuran ini menjadi uji nyata: apakah strategi B2C yang dirancang benar-benar bisa menghasilkan hasil di marketplace?
Opportunity: Dari Model B2B ke Kebutuhan End Consumer
Yasmeera bukan pemain baru di industri modest fashion. Peralihan dari B2B ke B2C membuka opportunity untuk mengembangkan produk yang lebih dekat dengan kebutuhan end consumer, dan koleksi Sarimbit adalah salah satu wujudnya.
Koleksi ini dirancang untuk kebutuhan keluarga. Karena itu, Yasmeera perlu memastikan produknya relevan bagi konsumen, sekaligus mampu mendapatkan visibility di tengah persaingan marketplace.
Challenge: Koleksi Baru yang Harus Langsung Bersaing
Meluncurkan koleksi baru di marketplace yang crowded berarti memperkenalkan produk dan bersaing di saat yang sama. Pertanyaannya pun bergeser dari “bagaimana cara menjual produk ini?” menjadi:
“Bagaimana koleksi baru bisa langsung diterima market dan bersaing di marketplace yang kompetitif?”
Jawabannya tidak bisa bertumpu pada satu channel. Semua aktivitas marketing perlu bergerak menuju objective yang sama.Solusinya adalah Integrated Marketing Strategy. MGDverse mengintegrasikan beberapa touchpoint untuk membangun exposure, traffic, hingga conversion.
-
Marketing Strategy yang Terintegrasi
Strategi mencakup ads, live streaming, video, affiliate-KOL, dan campaign marketplace. Tujuannya menciptakan exposure dan traffic dari berbagai titik kontak konsumen, dengan peran yang jelas di setiap channel: dari melihat produk sampai membeli.
-
Continuous Cost Efficiency
Growth harus berjalan seiring dengan efisiensi. Investasi di ads, affiliate, dan program marketplace dievaluasi secara berkelanjutan agar setiap rupiah bekerja optimal. Yang dilihat bukan hanya apakah campaign berjalan, tetapi apakah investasinya berdampak pada objective yang ingin dicapai.
-
Tracking Conversion Rate
Setiap produk dibaca berdasarkan performanya. Dengan memantau conversion rate secara berkala, tim bisa menentukan treatment yang dibutuhkan masing-masing produk, mulai dari retargeting sampai memperkuat Unique Selling Point (USP). Hasilnya, keputusan marketing didasarkan pada data dan actual performance, bukan asumsi.

Result: Top 2 Shopee Mall di Kategori Muslim Fashion Set
Setelah solusi yang dibantu oleh MGDverse dengan mengimplementasikan strategi integrated marketing Shopee menunjukkan hasil positif:
- Koleksi Sarimbit meraih Top 2 Shopee Mall di kategori Muslim Fashion Set
- Toko Yasmeera di Shopee mencatat pertumbuhan revenue 92% dibandingkan November 2024
- Periode data: November 2025
Hasil ini menunjukkan koleksi Sarimbit diterima market dan memperkuat positioning Yasmeera sebagai salah satu brand modest fashion Indonesia. Exposure berhasil bergerak menjadi traffic, conversion, dan akhirnya business growth.
Insight: Growth Datang dari Peran yang Jelas di Setiap Channel
Perjalanan Yasmeera bersama MGDverse menunjukkan bahwa peralihan model bisnis juga menuntut perubahan cara pandang terhadap marketing. Semakin banyak campaign tidak otomatis berarti semakin besar growth. Yang menentukan adalah apakah setiap campaign, channel, dan investasi punya peran yang jelas dalam growth strategy.
Itulah pendekatan MGDverse sebagai Strategic Digital Marketing Growth Partner: integrated strategy, continuous optimization, dan data-driven decision making untuk sustainable growth. Kami tidak hanya menjalankan campaign, tetapi menghubungkan setiap aktivitas marketing dengan objective bisnis brand kamu.